Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts

Monday, April 1, 2013

cara membuat persuasive essay

cara membuat persuasive essay sama dengan membuat essay persuasif. Seperti kita tahu karangan persuasif adalah karang yang didalamnya ada ajakan kepada pembaca baik melalui teknik logika maupun teknik sugesti. Selain berisi ajakan essay persuasif atau persuasive essay juga berisi himbauan agar pembaca mengikuti apa yang penulis tulis.
Membuat atau menulis persuasive essay bagi orang yang sudah biasa bebahasa inggris baik lisan maupun tulisan tentu akan menjadi hal yang ringan. berikut ini kiat membuat persuasive essay

Menulis sebuah esai persuasif dalam cara seperti mempersiapkan untuk berdebat dengan seseorang. Tujuan dari esai persuasif adalah membuat pembaca berpikir seperti Anda. Anda pada dasarnya mencoba untuk memenangkan penerimaan ide-ide Anda dari orang-orang yang mungkin tidak harus setuju dengan persepsi Anda pada hal tertentu. Banyak orang memilih untuk menulis persuasif esai tentang hal-hal yang mereka percaya tidak benar. Sebuah esai persuasif ditulis dari bentuk hampir argumentive. Jika tidak ada ketidaksetujuan tentang subjek, tidak ada gunanya dalam menulis esai persuasif.


Sebuah topik yang menarik beberapa yang menulis banyak tentang hal-hal yang berhubungan dengan kontroversi dalam masyarakat. Topik aborsi dan politik adalah dua hal yang besar untuk menulis Artikel persuasif tentang. Setiap orang memiliki ide yang berbeda ketika datang ke agen bebas; ada orang-orang yang hanya mengatasi dengan dunia dan cara itu adalah sekitar mereka. Lalu, ada orang-orang yang riuh dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan suara mereka didengar. Kelompok ini ramai individu adalah orang-orang yang menulis esai persuasif yang terbaik.


Tiga langkah yang dapat Anda ikuti untuk membantu Anda menulis sebuah esai persuasif yang luar biasa adalah:

1. Memikat pembaca dengan pengenalan-Pengenalan esai Anda adalah apa yang akan menentukan apakah pembaca membaca pada. Pengenalan Anda harus mendapatkan pembaca dan membuat mereka ingin membaca lebih lanjut. Pastikan bahwa kalimat pertama Anda menunjukkan yang baik dan hal-hal buruk di belakang subjek tertentu pilihan Anda. Kemudian Anda tesis perlu garis persis apa yang Anda rasakan tentang masalah ini.

2. Mendukung Anda tesis-Tubuh esai Anda harus mendukung apa yang Anda katakan. Anda perlu untuk menyajikan fakta-fakta yang mengikat ke pendapat Anda, dan contoh-contoh spesifik yang menunjukkan mengapa Anda berpikir dengan cara yang Anda lakukan. Anda jelas tidak bisa mengharapkan seseorang untuk mengambil sisi Anda pada subjek, jika Anda tidak mendukung klaim Anda dengan. Anda hampir bisa memikirkan tubuh kertas Anda dalam hal hubungan antara pengacara dan hakim. Pengacara mencoba meyakinkan hakim tidak bersalah klien mereka dan membujuk dia ke dalam bingkai pikiran mereka. Tubuh esai persuasif Anda harus melakukan hal yang sama persis untuk pembaca Anda.

3. Membuat pembaca mengingat esai-Semakin kesimpulan harus menjadi cermin gambar untuk pengenalan Anda. Anda harus mengulangi tesis yang Anda sebutkan di awal esai Anda sebagai sarana untuk menyegarkan pikiran pembaca dari tujuan utama esai. Ini adalah ide bagus untuk meringkas poin yang dibahas di seluruh kertas. Tujuan utama yang sedang Anda coba untuk mencapai adalah dengan memiliki orang yang frame yang sama berbagi pikiran Anda.

Apakah Anda memilih untuk percaya atau tidak, menulis sebuah esai persuasif yang hebat bisa mendapatkan apa pun yang Anda inginkan dari kehidupan. Ada kekuatan yang hampir seperti hipnoterapi yang retrains pikiran orang-orang untuk berpikir dengan cara yang Anda lakukan ketika Anda memahami bagaimana menulis sebuah esai persuasif yang besar.

Agar lebih mahir membuat persuasive essay bacalah contoh persuasive essay dari penulis terkenal agar persuasive essay anda lebih berbobot. Anda bisa berlatih dengan cara berkelompok dan saling tukar hasil membuat persuasive essay. Dan berbagia kiat dengan teman anda dalam membuat persuasive essay 

Wednesday, March 27, 2013

Langkah-langkah Menulis Essay

Dapat tusa menulis essay? beriktu kami ulas Cara Menulis Essay yang Sederhana beserta langkah-langkahnya. Sebenarnya kami juga mengulas mengenai Kiat menulis Essay (esay) yang Baik dan Benar dan bisa baca artikelnya di blog ini.

Namun yang kami akan share di artikel ini adalah langkah-langkah praksis dalam membuat atau menulis essay untuk segala keperluan. Mulai dari apa itu essay dan harapannya sampai mampu membuat essay.

Cara menulis essay sebenarnya tak sesulit yang Anda bayangkan, mengarang itu apabila tahu tata cara mengarang. Cara menulis essay tanpa perlu mematuhi syarat-syarat bahasa yang rumit dan baku. Karena essay merupakan karangan yang isinya menceritakan buah pikiran penulis yang dituangkan dalam barisan-barisan kalimat.

Makna dan cara Menulis Essay  

Essay, yang dalam KBBI disebut sebagai esai, adalah sebuah karangan prosa yang membahas sebuah topik melalui sudut pandang pribadi penulisnya. Cara menulis essay dapat kita lihat di banyak surat kabar yang beredar.  Essay bisa dipublikasi melalui berbagai jenis media masa cetak dan digital.  Essay bisa dijumpai dihalaman opini di koran maupun majalah. Biasanya surat kabar menyediakan kolom essay untuk diisi oleh siapa saja yang mengirimkan essay nya kepada redaksi surat kabar. Tentu essay yang datang harus diseleksi dan dinilai oleh redaktur, sebelum naik cetak.
Essay dan karya tulis berbentuk opini adalah dua hal yang sama. Opini adalah isinya, sedangkan essay adalah karya tulisnya.

1. Bagimana Cara Menulis Essay?

Sebelum Anda menulis sebuah essay, ada baiknya Anda membuat sebuah pertanyaan mengenai suatu topik. Setelah itu, Anda bisa menggali jawaban-jawaban yang bisa menjawab pertanyaan yang telah Anda buat sebelumnya. Dari jawaban-jawaban itu, Anda bisa menarik sebuah kata kunci yan kemudian bisa Anda analisis lebih jauh untuk menjadikannya sebuah tulisan yang baik.
Cara menulis essay sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan materi atau topic yang Anda kuasai.  Termasuk gaya tulisannya, ada penulis essay yang menyukai gaya tulisan lugas, apa adanya tanpa perlu repot menggunakan personafikasi dan kiasan-kiasan, pokoknya langsung membongkar inti permasalahannya.
Ada juga penulis yang mempermainkan empati pembacanya dengan gaya bahasa yang meyakinkan.  Pembaca ikut dibawa menuju pokok permasalahan melalui kalimat-kalimat naratif terlebih dahulu.

Kembangkan kata kunci pada essay

Nah, di sinilah, Anda perlu membaca. Bacalah semua hal yang berhubungan dengan kata kunci Anda. Anda bisa membacanya berulang-ulang agar mampu memahami dengan baik mengenai sebuah topik yang ingin Anda angkat sehingga bisa mengembangkan argumen dalam menjawab pertanyaan yang telah Anda buat sebelumnya.
Dalam memilih bacaan, hendaknya Anda berpedoman pada beberapa pertanyaan di bawah ini:
  • Apakah bacaan ini berhubungan dengan topik yang saya pilih?
  • Apakah bacaan ini mendukung jawaban saya atas pertanyaan yang sudah saya pilih?
  • Apakah bacaan ini mampu mengembang argumen-argumen saya?
Bacaan atau literature yang mendukung tulisan essay berguna untuk menambah nilai tulisan Anda.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Anda Membaca?

Setelah merumuskan sebuah pertanyaan, Anda dapat mencari jawaban-jawabannya dengan cara membaca. Saat membaca, Anda harus segera membiasakan diri untuk mencatat apa saja hal-hal yang bisa Anda ambil darinya.
Tidak semua orang memiliki ingatan yang kuat atas bacaannya, maka opsi mencatat secara tertulis sangat dianjurkan agar Anda tidak kehilangan poin-poin penting.

Menyusun Ide dan Mulailah Menulis Essay!

Anda sudah memiliki sebuah pertanyaan mengenai sebuah topik. Anda sudah mencatat poin-poin yang mampu mendukung jawaban-jawaban Anda atas pertanyaan tersebut. Apa lagi?
Nah, Anda harus mulai menyusun catatan-catatan tadi ke dalam suatu bentuk jawaban. Putuskan poin-poin mana saja yang akan Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan tadi. Anda harus mengkaji catatan Anda dan menentukan poin mana yang akan Anda bahas terlebih dahulu.
Membuat sebuah kerangka sederhana adalah cara yang paling efektif untuk mengkomunikasikan ide dan jawaban-jawaban Anda. Kerangka sederhana itu biasanya meliputi:
  • Pendahuluan
Yang dimaksud pendahuluan yakni menceritakan secara singkat mengenai ide pertanyaan dan jawaban yang sudah Anda persiapkan. Pendahuluan berfungsi menceritakan permasalahan dan perkembangan permasalahan sampai di mana.
  • Isi
Isi essay merupakan  bagian  di mana Anda menjawab pertanyaan yang sudah Anda buat itu dengan cara mengembangkan argumen-argumen Anda. Pengembangan argument harus sesuai tetap focus pada satu tujuan masalah. Berilah lansiran teori –teori sebagai acuannya.
  • Kesimpulan
Sedangkan bagian terakhir kesimpulan yakni fase dimana Anda menunjukkan bahwa Anda telah menjawab pertanyaan yang sudah dibuat. Jangan pernah memasukkan informasi atau argumen baru di luar isi yang sudah Anda jabarkan. Kesimpulan merupakan solusi dari permasalahan yang diutarakan.

Tips agar essay bisa ditayangkan di media massa

Siapa sih yang tak ingin karyanya bisa ditayangkan di surat kabar? Semua esais mendambakan karyanya selalu ditayangkan di surat kabar daerah atau bahkan koran skala nasional.  Menembus surat kabar merupakan salah satu target penulis essay. Setiap hari ada puluhan essai yang masuk ke meja redaksi. Oleh karena itu redaktur surat kabar begitu selektif memilih puluhan esai untuk dimuat ke halaman opini. Radaksi memiliki kreteria-kreteria tertentu terhadap essay yang masuk ke meja redaksi.  
Oleh karena itu dibutuhkan sedikit kejelian dari penulis agar tulisan/ essaynya bisa lolos seleksi dari team redaksi. Berikut ini tips ringkas agar essay Anda bisa mencuri perhatian redaksi.
  • Pilih tema yang bersifat kekinian
 Sebelum memulai menulis pilihlah tema terlebih dahulu. Tentukan tema yang bersifat kekinian, issue-issue yang sedang hangat dibicarakan kalayak ramai menjadi salah satu pertimbangan redaksi.  Jangan pernah menulis essay dengan  issue yang sudah kadaluarsa, essay seperti ini bakalan tak dihiraukan oleh redaksi. 
 Gabungkan permasalahan yang tengah berkembang dengan opini penulis sebagai solusinya.  Sering-seringlah memantau berita –berita di media masa, cari isue nasional yang  sedang hangat, kemudian langsung susun kerangka karangan kemudian gunakan cara penulisan essay seperti yang telah digambarkan diatas. Usahakan jangan menunda-nunda tulisan, kerana issue yang Anda tangkap durasinya mungkin cukup singkat.  Sebaiknya selesaikan issay Anda dalam satu hari.
  • Bahasa enak dicerna
Tips yang kedua gunakan bahasa tulis yang mudah dicerna, enak dibaca oleh semua kalangan. Sebenarnya untuk mencapai taraf tulisan yang enak dibaca perlu latihan dan jam terbang tinggi.  Namun kunci suksesnya adalah ketika Anda menulis essay, sebisa mungkin posisikan diri Anda bukan sebagai penulis melainkan pembaca.  Dengan demikian pasti tulisan ini menjadi sebuah essay yang informative dan tak terkesan menggurui melainkan mengajak pembaca memahami.
  • Memberikan solusi
Essay yang baik tak hanya sekedar mengutarakan issue dan seputar permasalahan saja, melainkan juga harus memberikan sebuah jawaban  dari permasalahan yang sedang berkembang.  Misalnya masalah gaya hidup remaja yang cenderung hedonis dan konsumtif, selain dipaparkan kekewatiran juga harus ada sebuah tawaran solusi dari masalah tersebut. Jawaban dari masalah bisa dikeluar dari sudut pandang agama, norma masyarakat maupun koridor hukum. Semua terserah Anda sesuai dengan kemampuan Anda menganalisa sebuah permasalahan yang diutarakan dalam esai.
  • Karakter Media massa
Pemilihan mana media massa yang akan dituju atau dikirim essay. Koran yang berskala nasional biasanya memberlakukan criteria yang ketat bagi essay –essay yang masuk meja redaksi. Peluang naskah dari penulis pemula bisa lolos sangat  sempit, tapi bisa jadi  diterima asalkan memenuhi penilaian dari redaktur. Honornya pun cukup besar bagi naskah yang telah ditayangkan. Sedangkan koran lokal biasanya lebih mudah dalam urusan seleksi esay dan peluang naskah Anda bisa ditayangkan cukup besar.
  • Kesempurnaan Tulisan
Setelah essay selesai ditulis, periksa lagi karangan, aksi kedua adalah pengeditan dan proofreader.  Sunting kalimat-kalimat yang sekiranya rancu/ ambigu, gunakan kata-kata yang monoton dan menggurui pembaca. Permainan diksi sangat membantu meloloskan essay Anda pada seleksi beriktunya. Tak lupa periksa sekali lagi apakah essay yang Anda tulis ada kesalahan ketik. Perhatikan juga tanda baca, dan jangan meringkas kata menjadi singkatan yang tak sesuai dengan kaidah baku. Dalam essay diharamkan meringkas kata dengan singkatan.

Demikian tadi yang dapat kami ulas mengenai Langkah-langkah menulis essay, tidak begitu sulit bukan. Setelah tahu langkah-langkah menulis essay yang perlu anda lakukan adalah mencoba membuat essay sendiri. Hasilnya pasti tidak bagus, itu wajar dalam menulis pertama kali kedua ketiga dan seterusnya anda akan mampu menulis essay dengan baik dan benar, selamat mencoba!

Kiat menulis Essay (esay) yang Baik dan Benar


Membuat essay adalah hal yang sebenarnya tidak sulit. Hal yang membuat sulit menulis essay adalah karena kita jarang menulis apapun, jarang memikirkan sesuatu sehingga ide tidak mengalir dan jarang membaca sehingga otak tidak terpacu.


Jika anda kesulitas dalam menulis essay hal pertama yang haru anda lakukan adalah merutinkan untuk menulis, menulis apa saja, banyak membaca khususnya essay-essay dari penulis terkenal. Dan tentunya anda harus tahu sistematika penulisan essay

Anda sedang mencari bagaimana contoh dan cara menulis essay yang baik dan benar? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menulis essay? Sistematika menulis essay? Apa saja yang jangan dilakukan? Simak artikel kami untuk tahu lebih lanjut berikut ini.

Cara Menulis Essay (Esai) – Pengertian


Esai berasal dari kata “Essay” yang dalam bahasa Perancis artinya mencoba, berusaha, berupaya (a try or attempt). Dalam bahasa inggris essay artinya karangan sastra, atau scrip. Secara istilah pengertian esai menjadi sangat beragam, namun intinya esai merupakan usaha atau upaya yang dilakukan untuk dapat mengkomunikasikan beragam informasi, opini publik atau pengejawantahan dari berbagai perasaan yang disajikan dalam bentuk argumen tentang sebuah opini yang berkembang (sumber : infoplease.com).
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Esai (essay) merupakan karangan dalam bentuk prosa yang membahas dan mengekspresikan sebuah topik dari sudut pandang pribadi penulisnya. Sedangkan dalam konteks ilmiah dan akademis, esai berarti komposisi sebuah prosa yang ditulis secara singkat namun dapat mengekspresikan opini penulis mengenai sebuah topik.

Cara Menulis Essay (Esai) – Jenis


Terdapat setidaknya ada tiga jenis cara menulis essay yang umum digunakan, yaitu esay dalam bentuk naratif, deskriptif dan persuasif
  1. Esai Naratif (Narative Essay) merupakan jenis esai yang memaparkan sebuah cerita, contohnya seperti cerita pengalaman atau peristiwa sejarah masa lalu, kejadian yang baru saja terjadi, sedang terjadi dan telah terjadi baik yang dialami oleh penulis sendiri atau orang lain. Esai jenis ini secara jelas menggambarkan sebuah ide dengan cara bertutur/ berkisah yang diceritakan dan disajikan sesuai dengan kronologis kejadian yang sebenarnya.
  2. Esai Deskriptif (Descriptive Essay) merupakan jenis esai yang menggambarkan detail tokoh, tempat, atau objek tertentu dengan sangat jelas sehingga pembaca akan dibawa pada sebuah dimensi mental picture mengenai objek yang ditulis secara nyata. Esai ini ditulis dengan tujuan untuk memberikan kesan nyata mengenai tempat atau objek benda lainnya.
  3. Esai Persuasif (Persuasive Essay). Esai ini dibuat untuk dapat menyakinkan perasaan pembaca untuk mendukung sudut pandang yang digunakan oleh penulis mengenai suatu materi, tema atau objek yang diangkat sehingga pembaca dapat dengan mudah menerima semua rekomendasi dari penulisnya. Esai Persuasif bersifat mengajak pembaca untuk dapat mengubah sudut pandang baca, memotivasi pembaca melalukan tindakan seperti apa yang ditulis penulis (call for paper). Esai Persuasif ini juga dapat menggambarkan suatu jenis perasaan emosional.

Cara Menulis Essay (Esai) – Sistematika


Dalam menulis essay, ada sistematika tersendiri. Sistematika penulisan esai terbagi menjadi tiga bagian utama, antara lain :
  • Pendahuluan. Berisi pemaparan latar belakang informasi yang dapat mengidentifikasi subjek materi yang dibahas dan pengantar subjek yang dinilai oleh penulis
  • Tubuh esai (essay). Bagian ini menyajikan dan memaparkan seluruh data dan informasi yang mengenai subjek atau topik yang diangkat
  • Kesimpulan. Bagian akhir dari esai yang akan memaparkan dan menjelaskan kembali ide-ide pokok yang sudah di bahas pada bagian pertama dan kedua. Bagian ini juga mengandung ringkasan dari bagian tubuh esai serta menambahkan beberapa point observasi mengenai subjek yang dinilai penulis.

Cara Menulis Essay (Esai) – Langkah Pembuatan


Untuk dapat membuat dan menulis essay (esai) yang baik, maka essay (esai) ebaiknya ditulis sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan antara lain :
  1. Memilih dan menentukan tema atau topik. Tahap ini menjadi tahap penentuan bagi pembuatan esai (essay). Penulis harus dapat menentukan tinjauan umum dari topik yang akan diangkat, dan juga harus mampu menganalisa topik secara khusus. Luasnya cakupan topik akan berefek pada bahasan topik yang lebih sempit dan spesifik sehingga menghasilkan bahasan topik yang mendalam dan berkarakter kuat.
  2. Membuat Outline. Outline merupakan garis besar ide-ide yang akan dibahas sehingga esai yang dibuat akan terbih teratur, fokus, dan sistematis.
  3. Menuliskan Tesis. Pernyataan tesis ini merupakan pendapat penulis yang akan mencerminkan isi esai (essay) dan poin penting yang akan disampaikan secara singkat dan jelas.
  4. Menulis Tubuh Esai. Bagian ini didahului dengan membuat paragraf pembuka yang sebaiknya dibuat untuk dapat memancing minat baca orang lain. Penulis dapat memberikan data dan informasi yang menjadi gambaran untuk poin penulis selanjutnya. Penulis bisa memulai dengan menambahkan anekdot yang bersifat persuasif dan mengundang minat baca. Selanjutnya penulis memulai dengan memilah poin-poin yang akan dibahas, merancang beberapa subtema untuk mempermudah pembaca memahami gagasan yang penulis angkat. Dari sana, penulis pun dapat lebih mudah mengembangkan subtema yang telah dibuat sebelumnya
  5. Membuat Paragraf Pertama. Bagian ini sifatnya hanya pendahuluan, yang berisi mengenai alasan atau latar belakang ditulisnya esai (essay) tersebut. Penulis pun dapat memberikan penjelasan, menggambarkan dan memberikan pendapat secara menyeluruh untuk topik terplih.
  6. Menulis Kesimpulan. Bagian ini menjadi bagian penutup dari sistematika penulisan esai. Penulisan kesimpulan dianggap sangat penting karena di bagian ini lah penulis dapat membentuk opini pembaca yang harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan penulis.
  7. Melakukan Editing. Tahap ini merupakan tahapan teknis yang tidak bisa dianggap sepele. Penulis harus membaca ulang semua tulisannya dan meneliti dengan seksama tata bahasa yang digunakan apakah sudah tepat dan apakah terdapat perpaduan antar kaliamat yang logis atau mengalir dengan lancar. Jika ditemukan hal-hal yang kurang sesuai, maka penulis dapat merevisi esainya.
Mengingat banyak manfaat dari menulis essay ini ada baiknya tips-tips diatas anda praktikkan mulai dari sekarang. Menulis essay dapat kita gunakan dalam menyampaikan pendapat, ide dan gagasan kita sehingga bermanfaat bagi orang lain, Bisa untuk mencari uang karena sering dilombakan. Menulis essay untuk mendaftar beasiswa atau menulis essay untuk mendaftar ogranisasi. Mari belajar dari Kiat menulis Essay (esay) yang Baik dan Benar di atas

Tuesday, March 26, 2013

Contoh Persuasive Essay tentang Pendidikan

Selain memahami konsep dan cara membuat persuasive Essay ada baiknya jika anda rajin membaca karya-karya Contoh Persuasive Essay,  berikut ini kami berikan Contoh Persuasive Essay tentang Pendidikan. Contoh Persuasive Essay tentang Pendidikan yang kami berikan ini tentunya bukan yang terbaik, hanya sekedar contoh saja. Untuk karya-karya yang bagus anda bisa cari dari penulis terkenal semisal Gunawan Muhammad.

bacalah Contoh Persuasive Essay tentang Pendidikan berikut :

Bullying


Bullying banyak sekali terjadi di Indonesia apa lagi di sekolah sekolah yang umum bullying tersebut itu membuat banyak orang terlibat dari yang di bully sampai korban sampai juga yang menanagani kasus ini Karena ini bukan masalah biasa. Contoh bullying itu sendiri adalah anak 13 taun di pukuli kakak kelasnya yang sudah SMA karena tidak mau mengasih uang ke pada kakak kelasnya ini adalaha salah satu contoh bullying jadi harus ada penanganan yang tepat agar benar benar mencegahnya sampai tidak terjadi lagi terutama di Indonesia.

Bullying sendiri itu juga mempunyai jenis jenisnya dari yang kontak fisik sampai kata kata, untuk yang kontak fisik adalah berupa langsung ada hubungan fisik dari pelaku dan yang di bully seperti di pukuli becanda padahal tidak itu termaksud fisik dan bebricara sebentar lalu kita menyebut tidak baru di pukuli seperti memalak dan kita tidak mau lalu di pukuli jadi konyol hal speerti itu, dan ada juga “cyber bully” itu melalui media beda speprti internet atau hand-phone contohnya seperti menyebar aib ke semua orang yang tidak tau dan menagatai kita yang sangat dalam melalu hand-phone jadi tidak tau siapa yang melakukanya, da ada juga yang melalui kata kata seperti tidak permasalahan lalu di katai seperti mengatakan kata kata kasar dan bias membawa nama orang tua. Itu semua contoh bullying.

Yang pasti terlibat di kejadian kejadian bullying juga pasti ada seperti korban bullyingnya itu yang di bully dengan segala cara intinya sampai menyakiti dan mersa tidak enak itu bisa di bilang korban, dan yang membully ini yang sangat terlibat yaitu karena dia yang melakukan hal tersbut sudah meyakiti orang bahwa ada juga pasal tenatng menyakiti orang sudah masuk Negara karena itu yang membully sangatlah terlibat. Dan yang terlibat lagi adalah pihak pihak yang bertangung jawab atas temapt contohnya seperti di sekolah guru jika ada bullying harus segera di stop dengan banyak caranya dan kalau di luar ada masyarakat dan polisi jika melihat harus peduli lalu di stop lalu di slelsaikan selayaknya.




Contoh kasus bullying juga banyak apa lagi di Indonesia ini contoh kasusnya yang di sekolah adalah, Ada anak sektiar 13 atu 14 taun masih duduk di SMP mogok sekolah karena di pukuli kakak kelasnya karena tidak mau mengasih makananya kalau di analisa ebih dalam sebenarnya ini tidak masuk etika kenapa harus begitu dan merugikan orang lain juga dan kasus ini juga berakhir dengan biasa masih juga terulang dengan jenis lain masih bullying juga, dan kalau kasus di luar anak satu sekolah di lingkungan rumahnya di ejek sampai nangis lalu di pukuli agar tidak mengadu tapi menjadi ngadu kepada pihak yang bertangung jawab di situ yaitu orang tua. Jadi semua kasus bullying itu sebenarnya konyol dan tidak masuk akal sama sekali dan sbeneranya bias diselesaikan dengan solusi solusi yang masuk akal.

Solusi untuk bullying ini sendiri sebenarnya ada banyak sperti untuk guru pilisi dan yang lain harus memamntau lebih lanjut tenatng bullying jadi ketika ada bullying langsung bawa ke pihak yang slanjutnya bertangung jawab seperti di pengadilan lalu kalau parah bias penjara, dan pemerintah juga membuat peaturan lebih tegas seperti bagi yang ketauan bullying akan di bawa ke hakim lalu di omongan kakalu salah masuki ke penjara. Dan masyarakat sekalita mau kenala atau tidak tetap garus melerai kelita ada bullying lalu di bawa ke pihak yang berhak menyelesaikanya dengan sah.

***

Demikian tadi Contoh Persuasive Essay tentang Pendidikan agar anda ada visualisasi dari apa ang kami bagikan tentang seluk beluk membuat atau menulis essay, macam-macam essay, sistematikan penulisan essay. Dan dalam artikel ini seperti yang ada baca kami bagikan kepada anda Contoh Persuasive Essay tentang Pendidikan.

Cara Membuat Argumentative Essay (Argumentatif)

Membuat Argumentative Essay sama dengan membuat karangan argumentatif yang didalamnya terdapat argumen atau pendapat. Argumentative Essay dalam bahasa inggris dan Essay argumentatif dalam bahasa Indonesia jadi hanya pada masalah perbedaan bahasa.

Cara Membuat Argumentative Essay (Argumentatif) banyak dicari di internet sebenarnya banyak yang share mengenai essay argumentatif mungkin dianggap beda sehingga sulie menemukannya. Nah, untuk itu dalam kesempatan ini kami akan mengluas Cara Membuat Argumentative Essay (Argumentatif).
Menulis esai membuka pikiran penulis dan menampilkan kreativitas mereka.Penulisan esai argumentatif memerlukan keterampilan seperti stan penelitian, pemikiran analitis dan baik menulis. Anda juga harus memiliki keterampilan untuk menyokong argumen Anda dan membawa mereka ke sebuah kesimpulan logis. Teknik mengembangkan lembur dan dengan latihan Anda dapat menjadi seorang perfeksionis dalam membingkai kualitas tinggi esai argumentatif. Sebagai seorang penulis, Anda perlu untuk menang atas pembaca dan membuat mereka menerima sudut pandang mereka. Jika Anda menulis esai argumentatif penting bahwa Anda menulis tentang topik yang Anda memiliki pengetahuan tentang dan Anda merasa bahwa Anda dapat menang atas penonton dengan argumen Anda. Contoh dari beberapa topik kontroversial adalah aborsi, hukuman mati dan eutanasia. Ada pro dan kontra dari menulis tentang topik ini kontroversial. Salah satu kelemahan adalah bahwa penilai sudah akrab dengan topik dan tahu argumen yang paling mungkin untuk memberikan. Jadi dia membaca esai dengan pola pikir yang pasti yang mungkin sulit untuk mengubah.Keuntungan adalah topik itu sendiri. Ada banyak poin yang Anda bisa membawa keluar dari topik.

Sekarang mari kita memahami bagaimana Anda harus menulis esai argumentatif.Jika Anda memiliki kebebasan untuk memilih topik sangat disarankan bahwa Anda memilih dipikirkan topik kontroversial dengan baik. Topik penelitian menyeluruh dengan pergi melalui terbaru majalah, mengunjungi perpustakaan, menonton saluran berita dan diskusi di televisi. Melakukan latihan-latihan ini pasti akan membantu Anda untuk mendapatkan ide-ide yang jelas pada topik. Anda harus afirmatif ketika Anda menyatakan argumen topik.Jika Anda menulis tentang outsourcing kalimat pertama dapat †œOutsourcing teknologi informasi untuk tujuan biaya yang lebih rendah adalah pasti akan membantu perusahaan-perusahaan Amerika memperoleh keunggulan kompetitif dan memenangkan pangsa pasar dari Eropa dan Jepang competitorsâ mereka €.Jika Anda memulai dengan mengatakan †œOutsourcing mungkin membantu Amerika companies† tidak menciptakan jenis dampak yang diharapkan dari sebuah esai argumentatif. Esai harus sepanjang memiliki nada yang moderat. Jika Anda mengambil pendekatan agresif dan keras pembaca dapat membalas dengan pembalasan yang sama. Sepanjang esai Anda harus menyampaikan pesan bahwa Anda menghormati reader†™ s sudut pandang namun tetap bersikeras argumen Anda.Ini dapat membantu Anda menang atas pembaca dan membawa perubahan dalam pola pikir.

Esai argumentatif harus baik diteliti dan harus terdiri strategis dan dibagi ke dalam paragraf. Paragraf pertama harus memiliki pengenalan umum masalah dan pernyataan pendapat Anda. Paragraf kedua dan ketiga harus memiliki sejarah masalah, melewati upaya yang dilakukan untuk mencapai solusi. Itu juga harus menyebutkan sumber disebut. Ayat ketiga dan keempat harus memberikan keseriusan masalah dan akibatnya jika masalahnya tidak diselesaikan. Ayat terakhir harus menarik kesimpulan dan merangkum ide-ide utama dari topik. Mengikuti langkah-langkah di atas, Anda pasti dapat menulis esai argumentatif yang akan mendapatkan penghargaan dari pembaca.

Demikian yang dapat kami sampaikan dalam artikel yang berjudul "Cara Membuat Argumentative Essay (Argumentatif)" ini, sebelum anda mempraktikkan anda harus tahu juga mengenai langkah-langkah membuat essay dan tahu sistematikan penulisan essay, selemat berkarya membuat Membuat Argumentative Essay (Argumentatif)

Thursday, February 21, 2013

Cara Mencari Gagasan Utama Teks

Teks merupakan wacana tertulis/bacaan yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran. Teks/bacaan terdiri dari atas beberapa paragraf.

Paragraf adalah seperangkat kalimat yang berkaitan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan untuk mengutarakan atau mengemukakan maksud sebuah gagasan pokok/ gagasan utama atau ide pokok.

Untuk memenuhi syarat sebagai paragraf, tidak hanya terdiri dari beberapa kalimat dan didalamnya ada sebuah gagasan pokok atau ide pokok, namun juga harus memenuhi syarat : koheren (berhubungan/ nyambung), dan kohesi (padu).

Perbedaan Gagasan Utama, Kalimat Utama, dan Kesimpulan

Tahukan anda, perbedaan antara gagasan utama (ide pokok), kalimat utama, dan kesimpulan? 

Sebelum bisa membedakan antara ketiganya, saya akan mengingatkan lagi pengertian dari gagasan utama, kalimat utama, dan kesimpulan sebagai berikut.
Gagasan Utama/ide pokokPokok masalah yang mendasari cerita yang bersifat abstrak/implisit atau kata–kata kunci yang terdapat dalam kalimat utama. Cara untuk mengetahui ide pokok yakni dengan cara: Bacalah sebuah wacana kemudian tutuplah wacana tersebut. Cobalah jawab pertanyaan ini "Paragraf tersebut membahas mengenai apa?"
Nah, jawaban itulah yang dinamakan ide pokok.


Kalimat UtamaRealisasi dari ide pokok yang berupa pernyataan atau kalimat yang terletak di awal dan di akhir paragraph. Kalimat Utama merupakan kalimat inti yang digunakan sebagai acuan pengembangan menjadi sebuah paragraf. 
KesimpulanSuatu pernyataan yang dibuat berdasarkan ide pokok dan kata kunci dari kalimat penjelas dengan kalimat sendiri.



Untuk lebih jelasnya, langsung saya akan berikan contohnya.


Contoh 1 Paragraf Deduksi
Bacaan yang baik untuk anak berisi contoh yang baik-baik pula. Cara yang dapat dilakukan dengan menampilkan tokoh kartun, boneka, badut yang lucu, tetapi mengandung unsure pendidikan. Tokoh binatang yang cerdik pun dapat pula mewakili pesan moral. Misalnya, kancil menipu buaya atau sejenisnya. Tokoh orang bertubuh raksasa, tetapi sangat baik terhadap sesama. 

Gagasan Utamanya : Bacaan yang baik untuk anak 
Kalimat Utamanya : Bacaan yang baik untuk anak berisi contoh yang baik-baik pula. 
Kesimpulannya : Bacaan yang baik untuk anak sebaiknya menceritakan tokoh kartun yang mengandung unsur pendidikan dan pesan moral


Contoh 2 Paragraf Induksi
Sudah ada ide tetapi sukar untuk dituangkan. Selalu dihadapkan dengan persoalan apa yang hendak ditulis? Seberapa panjang tulisan yang akan ditulis. Keringnya pengetahuan terhadap topik yang hendak dikembangkan. Demikianlah pengalaman seseorang pada awal belajar menulis.


Gagasan Utamanya : Pengalaman belajar menulis
Kalimat Utamanya : Demikianlah pengalaman seseorang pada awal belajar menulis.
Kesimpulannya : Pengalaman awal belajar menulis yaitu ketidaktahuan mengenai topik yang akan ditulis atau bingung dalam memilih topik.
jadi bisa dipastikan bahwa setiap paragraf memiliki sebuah gagasan utama atau ide pokok. Gagasan utama, gagasan pokok, atau ide pokok adalah hal yang dibahas atau diungkapkan dalam bacaan. Fungsi gagasan utama dalam sebuah paragraf adalah untuk mengendalikan informasi atau inti dari informasi itu sendiri.

Letak gagasan utama adalah berada di kalimat utama. Jadi dalam sebuah paragraf ada dua jenis kalimat yakni kalimat utama dan kalimat penjelas, kalimat utama bersifat umum dan kalimat penjelas bersifat umum.

Sehingga ada paragraf yang kalimat utamanya berada di awal kemudia disebut paragraf deduktif atau pagraf umum khusus. Kabalikannya paragraf yang kalimat utamanya di belakang maka disebut khusus umum atau induktif.

karena letak gagasan utama ada di dalam kalimat utama maka letaknya mengikuti kalimat utamanya, dari sini dapat kita simpulkan untuk mencari gagasan utama maka langkah-langkanya adalah sebagai berikut :

Cara Mencari Gagasan Utama Teks
1. Baca paragrafnya
2. Cari kalimat utamanya (lihat yang sifatnya umum, biasanya di awal atau akhir)
3. setelah ketemu kalimatnya maka dicari inti kalimat itu apa, bisa diambil subjek predikatnya.